Program Kami

Berdaya Coaching

Pengembangan Diri dan Karier. Bagian dari PT Berdaya Indonesia Maju

Logo Program

Berdaya Coaching

Pengembangan Diri dan Karier. Bagian dari PT Berdaya Indonesia Maju

Mendengar Suara yang Terpendam: Catatan Seorang Coach di Balik Jeruji

Saat pertama kali kami memasuki Lembaga Pemasyarakatan Anak di Jakarta, yang menyambut kami bukan hanya pagar tinggi dan pintu besi yang berat—tapi juga tatapan kosong anak-anak yang seolah sudah menyerah sebelum diberi kesempatan untuk bangkit.

Kami ingat betul pertemuan pertama kami dengan salah seorang anak binaan Lapas Anak. Ia duduk menyandar ke dinding, tangan terlipat, wajah datar. “Ibu mau ngajarin apa hari ini?”

Pertanyaannya menunjukkan minatnya untuk belajar hal-hal baru.

Program coaching yang kami bawa bukan tentang memberi nasihat atau solusi. Kami datang dengan satu niat: memberi ruang bagi anak-anak ini untuk didengar dan dipahami, mungkin untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Kami menggunakan pendekatan reflektif, bertanya, bukan menggurui. Menahan diri untuk tidak langsung 'memperbaiki', tapi memberi waktu agar mereka sendiri yang menemukan jawabannya.

Selama sesi berlangsung, saat itu tentang makna hidup yang anak binaan persiapkan sebelum kembali ke masyarakat,  melihat perubahan bertahap dalam diri anak binaan. Dari yang semula hanya menjawab dengan singkat atau bingung denga apa yang diinginkan, hingga akhirnya suatu hari mereka memahami apa yang mereka cita-citakan dan life goals yang hendak dicapai saat kembali ke masyarakat.

Kami memfasilitasi sesi coaching berkelompok di mana kami menyajikan kartu tentang sebuah aktivitas, kami menggali Point of View anak-anak binaan, di mana hal itu dapat menjadi jadi wadah emosinya, dan setiap gambar yang mereka ungkapkan melalui deskripsi atau cerita / pendapat dapat menjadi bentuk pemulihan yang tak bisa dicapai lewat hukuman.

Coaching membuat kami sadar: anak-anak ini bukan kehilangan arah, mereka hanya tidak pernah diberi peta.

Dalam program coaching juga turut memantik minat anak binaan yang berbakat dan dianggap mampu ‘ngemong’ teman-temannya, atau anak-anak binaan yang mengikuti sesi coaching kami, untuk mulai membimbing teman-teman barunya di blok. Dalam diam, mereka menjadi agen pemulihan—bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Dan kami? Kami hanya berdiri di belakang, menyaksikan benih tumbuh dari tanah yang dulu tandus.

Program “Coaching bagi Anak Binaan di Lapas Anak II Jakarta” didesain untuk memulihkan rasa percaya diri, empati, dan kepemilikan diri anak binaan melalui sesi coaching berbasis trauma-informed. Para coach dilatih untuk bekerja di lingkungan tertutup, memfasilitasi transformasi yang berkelanjutan, meski dimulai dari ruang sekecil 2x4 meter.