Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan untuk selalu positif.
Kalau sedih, dibilang “jangan nangis”.
Kalau marah, dibilang “jangan emosian”.
Kalau takut, dibilang “ah, lebay!”.
Tanpa sadar, kita tumbuh dengan keyakinan bahwa emosi negatif itu salah.
Padahal, semua emosi — baik atau buruk — punya fungsi penting bagi kita.
Emosi negatif bukan musuh.
Mereka adalah alarm yang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan:
Marah = ada batas yang dilanggar
Sedih = kita butuh beristirahat atau melepaskan
Takut = ada potensi bahaya yang perlu diwaspadai
Cemas = tubuh kita sedang bersiap menghadapi tantangan
Masalahnya bukan pada emosinya,
tapi pada bagaimana kita meresponnya.
Menekan atau mengabaikan emosi negatif
sama seperti mematikan alarm kebakaran,
tapi membiarkan apinya tetap menyala
Belajar berdamai dengan emosi negatif artinya:
Menyadari & memberi nama emosi yang muncul
Menarik napas, memberi jeda sebelum bereaksi
Bertanya: “Apa yang sebenarnya aku butuhkan sekarang?”
Menyalurkan dengan cara sehat — bukan memendam atau meledak-ledak
Jadi, kalau hari ini kamu merasa sedih, marah, takut, atau cemas…
ingatlah: itu bukan kelemahan, itu pesan.
Dengarkan, pahami, lalu pilih cara merespon yang menenangkan dan membantumu pulih.

Penulis postingan